Bagaikan sebuah perisai seorang prajurit yang harus kuat menahan serangan, demikian pula atap rumah harus didesain sebaik mungkin agar kuat menahan “serangan” cuaca. Atap merupakan salah satu bagian vital dari bangunan, termasuk pula bangunan rumah. Jika terdapat kerusakan atau kesalahan desain pada atap, “penyakit” bocor bisa melanda bangunan rumah Anda.

Akibat bocor pun bisa bermacammacam seperti banjir di dalam rumah, kerusakan rangka atap, plafon, dan furnitur, serta korsleting listrik jika bocor mengenai peralatan listrik. Untuk membuat atap rumah yang mampu merespon cuaca, ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan. Mulai dari bubungan, talang, pemasangan, hingga kotoran dan sampah.

“Perhatikan juga iklim dan cuaca setempat, jenis material atap yang akan digunakan, serta kekuatan struktur penyangga atap rumah,” ucap Yenny Kezia, Marketing Supervisor PT Satya Djaya Raya Trading. Untuk lebih lengkapnya, yuk kita pelajari ulasan berikut ini.

Teritisan

Desain teritsan yang baik harus bisa menangkal sinar matahari yang menyilaukan, serta menangkal tampias bila terjadi hujan angin. Terit san bisa merupakan atap yang berdiri sendiri maupun perpanjangan dari atap bangunan utama. Panjang idealnya adalah antara 80–100cm, dengan kemiringan 30°.

Kemiringan Atap

Kemiringan atap dapat menentukan kecepatan air turun. Tetapi atap yang terlalu miring dapat menyebabkan gent ng mudah bergeser. “Untuk daerah beriklim tropis yang curah hujannya t nggi, kemiringan yang baik adalah 30°–45°,” ucap Yenny. Tetapi t ngkat kemiringan itu harus disesuaikan pula dengan bahan penutup atapnya. Misalnya, kemiringan pada atap beton cukup 1°–2°, bitumen 5°-10°, dan gent ng keramik 30°.

Bubungan

Untuk membuat bubungan yang baik, susunan genting badan di baris teratas harus rapat dan rapi. Buatlah adukan semen penutup bubungan yang kedap air, dengan perbandingan 1:3 (1 semen : 3 pasir). Setelah itu, tutup dengan genting bubungan atau genting nok. Jangan lupa susunan gent ng bubungan juga harus rapat dan rapi.

Pelapis Anti Bocor

Untuk mencegah kebocoran, kita bisa menggunakan pelapis antibocor. Namun, pelapis itu tidak perlu digunakan pada keseluruhan atap atau genting. Tetapi hanya bagian tertentu saja, seperti sambungan bubungan dan area yang berbatasan dengan dinding.

Talang

Desain talang yang baik harus memenuhi syarat perbandingan, setiap 1m² bidang atap harus disediakan minimal 1cm² lubang talang. Selain itu juga harus diperhatikan bagaimana talang tersebut mampu mengalirkan air hujan sesegera mungkin dari atap. Pada bagian pertemuan antar atap, talang sangat diperlukan untuk mencegah kebocoran. Selain itu, pastikan talang tidak tersumbat oleh sampah dan kotoran.

Antisipasi Tiupan Angin

Ketika hujan turun disertai angin kencang, potensi kebocoran pada atap pun semakin meningkat. Karena air bisa masuk melalui celah-celah atap akibat tiupan angin. Untuk mengant sipasinya, hal yang perlu dilakukan ialah mendesain kemiringan atap dengan tepat, jarak reng antar genting harus tersusun rapat dan rapi, dan jika perlu tambahkan pelapis aluminium foil (flashing) pada bagian yang rawan bocor sepert pertemuan antar genting dan dinding.

Agar kenyamanan didalam rumah tetap terjaga disaat listrik padam tentunya perlu adanya sebuah genset. Harga genset yang murah untuk rumah bisa dibeli melalui Distributor Jual genset 1000 Kva Surabaya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *